PHP – Bekerja dengan Form

Salah satu fitur penting pada PHP yang sangat bermanfaat pada aplikasi HTML dan web design adalah kemampuannya untuk menangani Form.

PHP adalah script yang banyak dimanfaatkan untuk membuat website dinamis. Pengertian website dinamis adalah website yang dibangun dengan kemampuan untuk bisa diupdate kapan saja melalui halaman lain yang telah disiapkan oleh web master. Halaman-halaman yang dipergunakan untuk meng-update website tersebut biasa dinamakan sebagai CMS (Content Management System). Melalui CMS ini, maka seseorang yang telah diberi hak untuk masuk ke dalam halaman tersebut, dapat memasukkan datanya ke dalam form-form isian yang telah disediakan. Isi dari form tersebut kemudian dikirim ke database dengan perantaraan perintah PHP, dan kemudian database yang telah di-update tersebut ditampilkan di dalam website yang bersangkutan sebagai data terbaru.

Dengan demikian, kapan pun dan di mana pun, selama form-form isian tersebut dapat dibuka, maka ketika orang yang mengisi form tersebut telah selesai memasukkan datanya dan kemudian menekan tombol submit, PHP akan melaksanakan tugasnya dengan cara mengirim isi form tersebut ke database yang dituju. Sesaat kemudian, website yang bersangkutan dapat menampilkan data terbaru yang berasal dari database terakhir.

Bagaimana PHP bekerja dengan Form ?

Konsep dasar yang dipergunakan pada proses pengiriman form adalah adanya variabel dan nilai/value yang tersimpan dalam variabel tersebut. Form yang dibuat dengan HTML harus memiliki nama unik untuk menampung apa pun yang diketikkan oleh orang yang mengisinya. Ketika tombol submit ditekan, maka variabel-variabel yang ada di dalam form tersebut beserta isinya dikirimkan ke alamat yang telah disebutkan dalam identitas form.

Secara sederhana dapat diibaratkan dengan sebuah kotak yang berisi kaleng-kaleng kosong yang diberi nama. Nama pada kaleng kosong tersebut adalah identitas yang membedakannya dari kaleng-kaleng kosong lainnya. Maka, apapun yang dimasukkan ke dalam kaleng kosong tersebut akan diterima. Ketika orang yang mengisi kaleng-kaleng kosong tersebut memerintahkan untuk mengirim kotak tersebut (dengan menekan tombol submit), maka seluruh kaleng beserta isinya akan dikirimkan ke alamat yang tertera pada kotak tersebut.

Berikut ini adalah sebuah contoh Form sederhana :

form

Ditulis dengan bahasa HTML sebagai berikut :

<table>
 <form action="salam.php" method="post">
  <tr>
   <td align="right">Nama :</td>
   <td><input type="text" name="inputnama"></td>
  </tr>
  <tr>
   <td align="right">Umur :</td>
   <td><input type="text" name="inputumur"></td>
  </tr>
  <tr>
   <td></td>
   <td><input type="submit" name="submit" value="Kirim"></td>
 </form>
</table>

Di sini terlihat bahwa tag-tag HTML telah dipergunakan untuk menuliskan form-form input kosong yang diberi nama “inputnama” dan “inputumur”. Browser akan menampilkannya sebagai form-form isian yang dapat dipergunakan oleh user untuk mengisikan teks di dalamnya.

Ketika user menekan tombol “submit”, maka sesaat kemudian nama-nama form beserta isinya akan dikirimkan ke alamat yang tercantum pada atribut action pada tag form di atas, yang dalam hal ini tertulis “salam.php”.

Dengan demikian, peran PHP di sini sangatlah penting karena ia akan bertugas untuk mengenali variabel-variabel yang dikirimkan halaman HTML ini dan kemudian membaca isi/nilai variabel tersebut.

Pada halaman “salam.php” si programmer membuat perintah untuk menampilkan tulisan sebagai berikut :

Hallo <nilai inputnama>, Selamat Datang di website kami.
Umur Anda <nilai inputumur> tahun.

Contohnya, ketika form diisi dengan nama Fulan yang berusia 11 tahun, maka halaman salam.php akan ditampilkan sebagai berikut :

Hallo Fulan, Selamat Datang di website kami.
Umur Anda 11 tahun.

Bagaimana PHP mengenali variabel HTML ?

Apa yang dituliskan oleh si programmer agar dapat menampilkan isi tulisan tepat seperti apa yang dituliskan oleh si pengisi form adalah sebagai berikut :

1. Mengenali variabel yang dikirimkan oleh HTML.

Dalam hal ini si programmer menulis perintah dalam bahasa PHP:

$namapengguna = $_POST[‘inputnama’];
$umurpengguna = $_POST[‘inputumur’];

Terlihat bahwa variabel “inputnama” yang menjadi salah satu variabel dalam variabel $_POST diisikan ke dalam variabel baru yang bernama $namapengguna. (Tanda $ dipergunakan untuk menandai sebuah variabel dalam PHP). Demikian halnya variabel “inputumur” yang menjadi salah satu variabel dalam variabel $_POST diisikan ke dalam variabel baru yang bernama $umurpengguna.

2. Menuliskan nilai variabel ke dalam format HTML.

Pada baris selanjutnya, si programmer menuliskan baris perintah sebagai berikut :

echo “Hallo <b>$namapengguna</b>, Selamat Datang di website kami<br>”;
echo “Umur Anda <b>$umurpengguna</b> tahun\”;

Halaman salam.php tersebut jika ditulis lengkap adalah sebagai berikut :

<?php
  $namapengguna = $_POST['inputnama'];
  $umurpengguna = $_POST['inputumur'];

  echo "Hallo <b>$namapengguna</b>, Selamat Datang di website kami<br>";
  echo "Umur Anda <b>$umurpengguna</b> tahun";
?>

Nah, sederhana bukan?

Advertisements

Apakah PHP ?

Mengenal PHP

180px-php-logo

PHP pada awalnya merupakan kepanjangan dari Personal Home Page. Dinamakan demikian karena dengan menggunakan PHP dimungkinkan bagi user untuk menampilkan halaman dengan isi yang berbeda-beda tergantung pada variabel apa yang dimintanya.

Seiring dengan perkembangan aplikasi dan kegunaannya, kepanjangan PHP kemudian berubah menjadi PHP Hypertext Pre-Processor.

PHP adalah sebuah bahasa scripting / bahasa pemrograman yang sejatinya dirancang untuk menghasilkan halaman-halaman web yang dinamis. Arti dari web dinamis sendiri adalah halaman web yang sumbernya menggunakan database sehingga dapat diperbarui secara berkala. Berbeda dengan halaman HTML standar yang apabila ingin diperbarui, maka seluruh isi halaman HTML tersebut harus diupload.

PHP pertama kali diciptakan oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995, dan sekarang dikembangkan oleh PHP Group yang mengeluarkan standar bagi PHP.

PHP merupakan open source dengan license GNU, dimana kita dapat mengakses, merubah, dan mendistribusikan ulang kode-kodenya. PHP adalah bahasa pemrograman yang dapat dipergunakan secara luas untuk berbagai keperluan, namun secara khusus diperuntukan bagi pengembangan aplikasi web, dan dapat disisipkan ke dalam HTML.

PHP dapat ditempatkan pada kebanyakan server web, hampir semua Sistem Operasi dan Platform dapat menjalankan PHP tanpa dipungut biaya. Berkat segala keunggulannya tersebut, PHP sudah terinstal di 20 juta situs web dan pada 1 juta server web di seluruh dunia, dan tentu saja seiring dengan waktu akan terus bertambah dan bertambah.

Beberapa situs populer yang menerapkan PHP dengan aplikasi database yang dapat dibuat dan dirancang oleh user adalah : Facebook, Wikipedia (MediaWiki), Yahoo!, MyYearbook, Digg, WordPress and Tagged.

Untuk keterangan lebih lengkap, Anda bisa mendapatkannya pada alamat berikut :

http://en.wikipedia.org/wiki/PHP

Lingkungan PHP

PHP diciptakan untuk dapat berjalan pada web server Apache. Sampai sekarang pun PHP selalu diintegrasikan dengan web server Apache tersebut. Namun, tentu saja PHP sudah dikembangkan sedemikian rupa sehingga script PHP dapat dijalankan pada web server lain seperti PWS (Personal Web Server), IIS (Internet Information Server), dan Xitami.

Apache sebagai web server adalah sebuah aplikasi yang dapat bertindak sebagai server internet, yang dalam hal ini beroperasi dengan membaca baris-baris perintah yang ditulis dalam bahasa PHP, memprosesnya, dan kemudian mengirimkan hasilnya dalam bentuk HTML biasa, sehingga dapat ditampilkan pada browser internet pada umumnya.

Web server Apache tersedia di banyak ISP (Penyedia Jasa Internet), sehingga Anda tidak perlu ragu untuk menggunakan PHP. Namun, tentu saja untuk menguji coba script PHP ini, Anda terlebih dahulu harus melakukan instalasi web server Apache di komputer pribadi. Untuk itu, Anda dapat melakukan download file instalasi Apache pada alamat berikut: “http://www.php.net&#8221; atau “http://httpd.apache.org&#8221;.

Web server Apache ketika dijalankan pada komputer pribadi akan bertindak sebagai server internet yang berjalan secara offline. Alamat yang biasa dipergunakan untuk web server secara lokal tersebut adalah “http://localhost&#8221; atau “http://127.0.0.1&#8221;. Istilah “localhost” sendiri menunjukkan bahwa web server yang dipergunakan berada pada komputer itu sendiri.

Dengan demikian, tanpa terhubung dengan internet pun, halaman-halaman yang ditulis dalam bahasa PHP dapat dijalankan secara lokal. Itulah sebabnya, PHP selain dipergunakan untuk web development, juga dapat diaplikasikan untuk berbagai keperluan, seperti Sistem Informasi Rumah Sakit, Hotel, Pelayanan Satu Atap, Sistem Informasi Pegawai, dan lain-lain, yang semuanya dibangun dengan sistem jaringan komputer yang saling terhubung (intranet).

Keunggulan lainnya dari PHP tentu saja adalah kemampuannya untuk berhubungan dengan database, yang dalam hal ini menggunakan database MySQL. MySQL sendiri merupakan aplikasi database open source (seperti halnya PHP dan Apache), sehingga secara bersamaan ketiganya menjadi kolaborasi yang handal untuk urusan web development. MySQL sendiri dapat diinstal secara terpisah dengan men-download file instalasi dari alamat berikut ini: “http://dev.mysql.com/downloads&#8221;

Meskipun demikian, pada dasarnya PHP dapat bekerja dengan beragam aplikasi database. Namun, untuk itu dibutuhkan kelengkapan yang berbeda-beda agar dapat berkomunikasi dengan database yang berlainan tersebut. Beberapa aplikasi database yang dapat dibaca oleh PHP adalah : dBASE, DBM, FilePro, Informix, Ingres, InterBase, Ms Access, MSQL, Oracle, Postgre SQL, Sybase, dan tentu saja MySQL.

Dewasa ini, banyak pengembang yang menyediakan paket Apache Server, MySQL, dan PHP secara terintegrasi. Beberapa contoh paket tersebut adalah : LAMP (Linux – Apache – MySQL – PHP), MAMP (Macintosh – Apache – MySQL – PHP), WAMP (Windows – Apache – MySQL – PHP), XAMPP, dsb. Keuntungannya adalah, user tidak perlu repot melakukan instalasi berbagai aplikasi yang diperlukan untuk menjalankan web server dengan beragam fasilitasnya. Salah satu contoh paket yang sangat populer di lingkungan Windows sekarang ini adalah XAMPP. Anda bisa mendapatkannya di : “http://www.apachefriends.org&#8221;. XAMP adalah Paket All-in-one yang tersedia untuk berbagai Sistem Operasi Linux (Ubuntu, SuSe, RedHat, Mandrake, Debian), Microsoft Windows (98, 2000, 2003, XP, Vista), SPARC (Solaris 8), dan Macintosh OS X.

Mengenal Bahasa PHP

Bahasa PHP ditandai dengan penggunaan tag “<?” atau “<?php” di bagian awal, dan ditutup dengan tag “?>” di bagian akhir script PHP. Script PHP tersebut dapat disisipkan pada HTML dan diperlakukan sebagai script yang akan dibaca oleh web server, yang kemudian memprosesnya dan menampilkan hasil akhirnya dalam bentuk kode HTML biasa.

Contoh berikut ini memperlihatkan bagaimana sebuah script PHP ditulis :

<html>
<head>
<title>Mengenal PHP</title>
</head>
<body>
<?php
echo “Selamat datang di PHP”;
?>
</body>
</html>

Script tersebut di atas apabila dijalankan, akan menampilkan pesan berupa tulisan “Selamat Datang di PHP” pada browser.

Tulisan selanjutnya silahkan klik di sini: kursusprivat.com

Tutorial PHP : Tutorial MySQL : Tutorial Database : Tutorial Drupal : Tutorial Joomla : Tuorial Ruby on Rails

 

MEMBUAT FUNGSI TANGGAL

Menambahkan nama hari, tanggal, nama bulan, dan tahun secara real-time pada sebuah website sesuai dengan hari, tanggal, bulan, dan tahun saat ini, dapat dilakukan dengan menggunakan script PHP.Informasi waktu yang ditampilkan tersebut diambil dari fungsi clock yang ada di setiap komputer. Oleh karena itu, waktu yang ditampilkan pada website akan mengacu pada komputer penggunanya masing-masing dan bukan pada waktu server di mana file tersebut disimpan. Dengan demikian, waktu yang ditampilkan akan berbeda-beda tergantung pada waktu di komputernya masing-masing.

Dalam bahasa pemrograman PHP terdapat sebuah fungsi yang dapat dipergunakan untuk memanggil format waktu secara lengkap, misalnya: tahun, bulan, minggu, tanggal, hari, jam, menit, detik, dsb. Fungsi tersebut adalah date(). Di dalam fungsi date semua informasi mengenai waktu tersimpan lengkap. Namun, semua informasi waktu ditulis dengan angka sehingga untuk menampilkannya dalam huruf harus dibuat programnya.

Untuk mengetahui informasi mengenai waktu, maka kita dapat menuliskan fungsi date dengan menyebutkan format waktu yang kita minta:

date(string_format)

Tabel di bawah ini memperlihatkan bagaimana format waktu yang akan dihasilkan jika kita memasukkan nilai argumennya sebagai berikut :

Argumen Nilai hasil
a “am” atau “pm”
A “AM” atau “PM”
d Tanggal sekarang dari “01” sampai dengan “31”
D Nama hari dari “Sun” sampai dengan “Sat”
F Nama bulan dari “January” sampai dengan “December”
g Jam sekarang dari “1” sampai dengan “12”
G Jam sekarang dari “0” sampai dengan “23”
h Jam sekarang dari “01” sampai dengan “12”
H Jam sekarang dari “00” sampai dengan “23”
i Menit sekarang dari “00” sampai dengan “59”
I Daylight saving time : “1” jika True, “0” jika false
J Tanggal sekarang dari “1” sampai dengan “31”
l Nama hari dari “Sunday” sampai dengan “Saturday”
L Tahun kabisat : “1” jika True, “0” jika false
m Kode bulan dari “01” sampai dengan “12”
M Nama bulan dari “Jan” sampai dengan “Dec”
N Kode bulan dari “1” sampai dengan “12”
R Format tanggal RFC 822
s Detik sekarang dari “00” sampai dengan “59”
S Akhiran “th” atau “nd”
t Jumlah hari pada bulan sekarang
T Format timezone pada komputer, misalnya “Pacific Standard Time”
w Kode hari dari “0” (Minggu) sampai dengan “7” (Sabtu)
y Tahun sekarang dalam 2 digit
Y Tahun sekarang dalam 4 digit
z Tanggal dalam tahun dari “1” sampai dengan “365”

Dengan menggunakan fungsi date( ) kita dapat menuliskan beberapa baris perintah sederhana untuk menampilkan format waktu sesuai dengan yang kita inginkan, misalnya sebagai berikut :

<?

  $tampil1 = date('D, d F Y');
  echo "date('D, d F Y') => $tampil1<br><br>";

  $tampil2 = date('h : i : s A');
  echo "date('h : i : s A') => $tampil2<br><br>";

  $tampil3 = date('F dS, y');
  echo "date('F dS, y') => $tampil3<br><br>";

  $tampil4 = date('T');
  echo "date('T') => $tampil4"; 

?>

Jika script tersebut dijalankan pada browser, maka tampilannya adalah sebagai berikut:

fungsi-tanggal-01

Hari dan Tanggal Format Indonesia

Mengingat nama hari dan nama bulan pada bahasa Indonesia berbeda dengan nama hari dan nama bulan dalam bahasa Inggris, maka kita harus mengubahnya dengan memanfaatkan kode hari yang kemudian diubah menjadi nama hari dalam bahasa Indonesia. Demikian halnya dengan nama bulan, kita dapat memanfaatkan kode bulan dan kemudian mengubahnya menjadi nama bulan dalam bahasa Indonesia.

Fungsi date( ) yang argumennya ditambahkan fungsi time( ) akan menghasilkan fungsi penghitung waktu dalam satuan detik dengan nilai balik bertipe integer. Dengan demikian, pengolahan tipe data dapat lebih mudah dilakukan.

Script fungsi waktu untuk memperlihatkan hari, tanggal, bulan, dan tahun dalam format Indonesia adalah sebagai berikut:

01 <?
02
03   hari_ini();
04
05   function hari_ini(){
06     $hari    = date(w, time());
07     $tanggal = date(d, time());
08     $bulan   = date(m, time());
09     $tahun   = date(Y, time());
10
11     //mengubah kode hari dari angka menjadi nama hari
12     if($hari==0){
13       $hari = "Minggu";
14     } else if($hari==1){
15       $hari = "Senin";
16     } else if($hari==2){
17       $hari = "Selasa";
18     } else if($hari==3){
19       $hari = "Rabu";
20     } else if($hari==4){
21       $hari = "Kamis";
22     } else if($hari==5){
23       $hari = "Jumat";
24     } else if($hari==6){
25       $hari = "Sabtu";
26     }
27
28     //mengubah kode bulan dari angka menjadi nama bulan
29     if($bulan==01){
30       $bulan = "Januari";
31     } else if($bulan==02){
32       $bulan = "Februari";
33     } else if($bulan==03){
34       $bulan = "Maret";
35     } else if($bulan==04){
36       $bulan = "April";
37     } else if($bulan==05){
38       $bulan = "Mei";
39     } else if($bulan==06){
40       $bulan = "Juni";
41     } else if($bulan==07){
42       $bulan = "Juli";
43     } else if($bulan==08){
44       $bulan = "Agustus";
45     } else if($bulan==09){
46       $bulan = "September";
47     } else if($bulan==10){
48       $bulan = "Oktober";
49     } else if($bulan==11){
50       $bulan = "Nopember";
51     } else if($bulan==12){
52       $bulan = "Desember";
53     }
54
55     //menampilkan hari, tanggal, bulan, dan tahun
56     echo "$hari, $tanggal $bulan $tahun";
57   }
58
59 ?>

Tampilan hasil akhir dari script di atas dapat dilihat di halaman depan alamat berikut ini:

www.kursusprivat.com

Demikian penjelasan mengenai fungsi tanggal dalam PHP, semoga bermanfaat. ■