Web Design: Skema Warna pada Desain Website

website-sample

Skema warna pada desain website adalah salah satu komponen yang sangat penting. Desainer yang sudah memiliki “jam terbang” cukup tinggi sangat mengetahui pentingnya skema warna dan hati-hati dalam memilih warna. Akan tetapi, hal ini tentu sangat berbeda bagi mereka yang baru terjun dalam masalah desain. Warna apa yang cocok untuk website tertentu, bagaimana membuat harmonisasi dari beberapa warna, adalah sebagian dari banyak masalah warna.

Apa yang menjadi rahasia para desainer dalam pembuatan skema warna yang baik terletak pada pemahaman mereka terhadap teori warna. Bagaimana membuat skema warna bukanlah suatu rahasia yang tidak bisa dijabarkan. Setiap orang pasti dikaruniai kepekaan terhadap warna. Terbukti bahwa ketika kita memilih pakaian untuk dibeli, maka selalu warna akan disesuaikan dengan selera kita. Sedapat mungkin kalau ada warna yang menurut kita cocok, maka kita membeli pakaian tersebut dengan selera warna kita sendiri.

Dengan demikian, skema warna yang digunakan pada sebuah website adalah mirip dengan memilih-milih warna pada saat seseorang membeli dan mengenakan pakaian, tergantung pada mood dan selera. Ketika kita menetapkan bahwa warna dominan pada website adalah biru muda, maka secara natural kita bisa membuat beberapa pilihan warna disesuaikan dengan warna dominannya.

Memang tidaklah mudah untuk memadupadankan warna tanpa mengetahui teori dasar warna. Jumlah warna yang sangat banyak (16 juta warna) menjadi kendala tersendiri untuk memilih dan memadupadankan warna. Oleh karena itu, dengan mempelajari teori dasar warna, maka pemahaman akan warna, pengelompokan warna, pencampuran warna, dan lain-lain, diharapkan akan menjadi lebih baik.

Contoh skema warna hijau :

Contoh skema warna biru :

Contoh skema warna merah :

Warna adalah Persepsi

Skema warna, bukanlah sesuatu yang harus “benar”, mengingat tidak ada pedoman baku untuk menentukan warna apa yang harus dipilih untuk website tertentu. Sebuah website yang baik tetap saja memiliki kualitas informasi yang sama meski ditampilkan dengan skema warna yang berbeda. Perbedaannya hanyalah pada persepsi orang terhadap warna dominan yang ditampilkan dalam website tersebut. Dapat dibayangkan apabila sebuah website diberi warna dominan merah menyala, pasti kesannya akan sangat berbeda dengan website dengan warna dominan biru muda.

Dengan demikian, skema warna merupakan upaya yang kita lakukan agar website yang kita desain tampil dengan warna yang harmonis, seimbang. Sebisa mungkin jangan sampai menggunakan warna yang dipersepsikan secara salah oleh pengunjung website.

Skema warna dengan kata lain adalah bagian penting dari website yang ditujukan untuk membentuk persepsi pengunjung website terhadap apa yang ingin kita sampaikan. Contohnya, untuk memberi kesan “sangar” sebuah website bisa menggunakan warna-warna gelap dan kusam. Sebuah blog tentang bayi tentu sangat cocok menggunakan nada warna yang lembut: merah muda, biru muda, hijau muda, kuning muda. Sebuah website tentang masalah remaja wanita sangat cocok menggunakan warna-warna feminin – pink, merah muda. Website berita dan informasi tentu lebih bagus jika menggunakan warna-warna yang netral – putih. Website corporate menggunakan warna-warna kebanggaan dan identitas perusahaan yang biasanya dapat dilihat pada logo perusahaan tersebut. Demikian seterusnya.

Skema warna dalam arti lain merupakan sumber kreativitas bagi seorang perancang. Sebagai akibatnya, seseorang yang sedang merancang website mungkin saja menghabiskan banyak waktu dalam membentuk skema warna: kadang-kadang menjadi terlalu takut untuk memilih warna, berupaya semaksimal mungkin mengatur dan mengoreksi warna, menyeimbangkan warna, dan memperbaiki elemen-elemen lain pada website sambil jalan. Hal ini menjadikan pekerjaan merancang tersebut sangat memakan waktu, dan kadang-kadang menjadi pekerjaan yang melelahkan, apalagi jika masalah ini tetap mengganjal dan belum terpecahkan. Dibutuhkan solusi yang cepat dan tepat untuk mengatasi hal ini agar tidak berlarut-larut.

Oleh karena itu, daripada terus bergumul dengan masalah yang “itu-itu saja”, lebih baik kita mencari sumber-sumber referensi mengenai skema warna (color scheme) yang banyak tersedia di internet. Dengan memanfaatkan skema warna yang cocok dan sesuai dengan persepsi kita, maka kita dapat mencoba menerapkan skema warna tadi ke dalam website yang tengah kita rancang. Dengan demikian, pekerjaan merancang website diharapkan menjadi pekerjaan yang menyenangkan.

Contoh beberapa penerapan color scheme bisa dilihat di sini.

Berikut ini beberapa sumber referensi tentang color scheme :

  • DeGraeve
  • Color combos
  • Color Schemer
  • Advertisements