MEMBUAT WEBSITE DENGAN DREAMWEAVER CS 4 (Bagian III – Memulai Halaman Baru)

MEMBUAT WEBSITE DENGAN DREAMWEAVER CS 4 (Bagian III – Memulai Halaman Baru)
03_Splash

Struktur halaman website dibuat dengan kode-kode HTML. Oleh karena itu, jika kita ingin menguasai web design, tidak ada jalan lain selain mencoba dan membiasakan diri bekerja dengan bahasa HTML. Bahasa HTML bukanlah bahasa pemrograman yang rumit. Ia hanyalah sebuah “cara menulis” dalam format yang bisa dibaca oleh semua Internet Browser. Kepanjangan dari HTML adalah Hyper Text Markup Language, artinya adalah bahasa yang bekerja dengan menggunakan text yang ditandai.

Menambahkan Text

Text dan Image adalah elemen paling penting dalam dunia internet. Keduanya secara bersama-sama menjadi elemen pembentuk website. Text dan Image tidak terpisahkan sebagai bagian inti dari website. Sangatlah jarang kita menemukan website yang hanya terdiri atas teks saja, karena pasti tidak akan menarik. Demikian sebaliknya, sangat jarang kita menemukan website yang hanya berupa gambar saja tanpa didampingi oleh teks sebagai penjelasan terhadap gambar tersebut.

Menambahkan teks dan mengatur format teks dapat dilakukan dengan mudah. Mari kita coba berlatih membuat halaman web yang berisi satu artikel sebagai berikut :

1. Bukalah Adobe Dreamweaver CS4.

2. Pada menu awal, buatlah file HTML baru. Klik pada tombol HTML di bawah kolom Create New.
03a_Create-New

3. Desktop Dreamweaver akan segera terbuka.

Pada jendela Design, ketiklah sebuah artikel yang Anda sukai tanpa melakukan formatting apapun. Ketiklah beberapa paragraf karena kita akan membutuhkan tulisan yang cukup panjang, misalnya sebagai berikut :

Menjadi Web Desainer Freelance
Web Desain adalah sebuah tantangan yang menarik. Sebuah pekerjaan yang memadukan keterampilan merancang halaman dengan kemampuan pemrograman yang canggih. Dua hal yang ”wajib” dimiliki oleh para jagoan web.
Kemampuan merancang dan kemampuan pemrograman ini tentu membutuhkan penguasaan yang mumpuni untuk dapat menghasilkan website yang tampil secara menarik, sekaligus mudah diakses. Ibarat menyatukan dua kutub yang berbeda. Dua kemampuan tadi tentu menyuguhkan problematika yang sangat bertentangan. Merancang halaman membutuhkan seni dan kreativitas yang tinggi, yang lebih mengedepankan “citarasa”, seperti warna, nuansa, keseimbangan, fokus, irama, dll. Sedangkan kemampuan programming sangat kental dengan disiplin sintax dan algoritma yang harus taat azas.

Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini :
03b_No-Formating

4. Sekarang kita akan melakukan perubahan terhadap teks yang telah kita buat. Tempatkan kursor pada jendela Design. Letakkan kursor dan klik pada judul artikel, yakni paragraph pertama pada tulisan tadi.

5. Untuk mengubah format paragraf pertama, perhatikan pada jendela Properties di bagian bawah layar. Pada jendela Properties ini kita dapat melakukan perubahan dengan dua macam cara, yakni mode HTML dan CSS. Kita akan mempelajari penggunaan keduanya nanti. Untuk tahap awal ini, pilihlah tombol HTML.

Di sebelah kanan tulisan Format, pilihlah Heading 1 dari drop-down menu.

03c_Heading1
6. Perhatikan, bahwa di jendela Design kita akan melihat paragraf pertama berubah menjadi huruf dengan ukuran yang lebih besar.

03d_Heading1

Sedangkan pada jendela Code, kita melihat perubahan kode HTML sebagai berikut :

<p>Menjadi Web Desainer Freelance</p>

Berubah menjadi :

<h1>Menjadi Web Desainer Freelance</h1>

Penjelasannya adalah sebagai berikut :

Bahasa HTML adalah bahasa yang melakukan formatting terhadap teks dengan menggunakan kode berupa Tag. Penggunaan Tag ditandai dengan kurung tutup siku. Contohnya Tag paragraf ditandai dengan <p> dan ditutup dengan </p>.

Tag dipergunakan untuk mengapit teks yang diberi format yang berbeda. Terdapat banyak Tag lain yang berhubungan dengan formatting paragraf. Contohnya jika kita akan menggunakan format judul artikel (Heading), kodenya adalah sebagai berikut :

<h1> ….. </h1> Heading 1
<h2> ….. </h2> Heading 2
<h3> ….. </h3> Heading 3
<h4> ….. </h4> Heading 4
<h5> ….. </h5> Heading 5
<h6> ….. </h6> Heading 6

7. Perhatikan panel Properties. Berbeda dengan versi sebelumnya, pada Dreamweaver CS4 tidak ada pengaturan font. Perubahan font hanya dapat dilakukan melalui mode CSS. Hal ini menjadi pertimbangan mengingat Tag <font> akan tidak diberlakukan lagi (deprecated). Untuk melakukan perubahan pada font, langkahnya adalah sebagai berikut :

Pastikan kursor berada pada paragraf pertama

Klik pada tombol CSS (di bawah tombol HTML)

Di sebelah kanan Targeted Rule, pilih <New CSS Rule>

Pada bagian Font, pilih Arial, Helvetica, sans-serif dari drop-down menu.
03e_New-CSS-Rule
8. Kotak dialog New CSS Rule akan segera tampil memperlihatkan tiga bagian utama, yakni : Selector Type, Selector Name, dan Rule Definition.

Pada bagian Selector Type, pilih Tag.

Pada bagian Selector Name sekarang akan tertulis h1 sebagai tanda bahwa pengaturan akan diberlakukan pada Tag h1.
Untuk mengakhiri, klik OK.

03f_New-CSS-h19. Dengan melakukan pengaturan melalui CSS Rule, maka Tag <h1> telah memiliki style yang seragam.
Perhatikan bahwa pada jendela Code telah tertulis kode sebagai berikut :

<style type="text/css"> <!-- h1 {  font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; } --> </style>

Kode ini menjelaskan bahwa Tag <h1> telah diberi style, yakni diberi font Arial. Dengan demikian, apabila kita membuat judul di tempat lain dengan menggunakan Tag <h1>, maka secara otomatis judul tersebut akan diberi style yang sama.

10. Cobalah untuk mengubah warna judul tersebut dengan warna yang Anda sukai. Caranya adalah sebagai berikut :

Tempatkan dan klik kursor pada tulisan judul.

Pada panel Properties, pastikan tombol CSS sedang aktif. Di sebelah kanan, di bawah drop-down menu font terdapat kotak kecil untuk mengatur warna. Klik pada kotak tersebut untuk memunculkan palet warna.

Setelah palet warna muncul, pilih dan klik warna yang Anda inginkan.

Tulisan judul akan berganti warna. Sementara itu, di jendela Code, kode pada Tag <style> juga akan ditambah dengan kode untuk warna.

03g_New-Color

<style type="text/css"> <!-- h1 { font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; color: #060; } --> </style>

11. Klik pada menu File > Save untuk menyimpan file yang telah dikerjakan.
12. Beri nama: latihan-1 pada kotak File name. All Document pada kotak Save As Type.

HTML dan CSS

Tag HTML dipergunakan untuk menyusun struktur halaman HTML. CSS dipergunakan untuk mengatur format pada struktur halaman HTML tersebut. Mungkin pada tahap awal hal ini cukup membingungkan, namun bisa kita analogikan dengan membangun sebuah bangunan. HTML dipakai untuk menyusun bangunan tersebut terdiri dari berapa lantai, masing-masing lantai terdiri dari berapa ruang, dan ruang-ruang tersebut memiliki berapa pintu. CSS dapat dipergunakan untuk mengatur style dari masing-masing lantai, contohnya jenis bahannya, warnanya, ketebalannya, dsb, demikian halnya style dari masing-masing ruang dan style dari masing-masing pintu.

Pada prakteknya, sebuah struktur halaman HTML akan tersusun atas Tag-tag HTML, sebagai contoh pada halaman HTML akan terdapat Tag <h1> untuk Heading, Tag <p> untuk Paragraf, Tag <a> untuk Anchor, dsb. Pada struktur halaman tersebut, diperlukan perintah lain untuk mengatur jenis font, warna, ukuran text, dsb, yang pada era sebelumnya dapat diatasi dengan penggunaan Tag <font>. Hal ini diprakarsai oleh Netscape dan Microsoft, yang sebetulnya merupakan tambahan dari Tag HTML standar yang berlaku pada saat itu.

Demikian halnya dengan Tag <table> yang secara luas dipergunakan (baca: disalahgunakan) untuk mengatur layout halaman website, mengingat pada saat itu tidak ada cara yang lebih mudah untuk mengatur layout halaman selain dengan memanfaatkan Tag <table>.

CSS dibuat untuk menyediakan berbagai kebutuhan bagi web desainer, dengan berbagai kemungkinan layout halaman yang canggih dan sekaligus didukung oleh semua internet browser. Kehadiran CSS bagi web desainer juga dapat memudahkan pengaturan halaman dengan memisahkan struktur halaman HTML berupa tag-tag HTML, dari style-nya. Dengan demikian, akan memudahkan maintenance / perawatan website tersebut.

Penulisan CSS sendiri berbeda dengan penulisan tag pada HTML. CSS mengikuti gaya penulisan Javascript. Pada penulisan HTML, tag akan ditandai dengan kurung siku “<tag>”. Sebaliknya, tanda kurung siku pada penulisan CSS tidak dipergunakan.

Pada latihan terakhir kita sudah menyingung penggunaan tag <h1> yang kemudian kita beri style dengan CSS.
Perhatikan format HTML berikut :

<h1>Menjadi Web Desainer Freelance</h1>

Di bagian atas pada kode HTML tersebut tertulis sebagai berikut :

<style type="text/css"> <!-- h1 {  font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;  color: #060; } --> </style>

Artinya, pada struktur halaman tersebut tulisan “Menjadi Web Desainer Freelance” ditempatkan sebagai Heading 1, karena diapit oleh Tag <h1> dan </h1>. Sedangkan di bagian pengaturan style CSS, Tag <h1> telah diberi pengaturan style, font-family Arial, dan diberi warna hijau.

Penulisan CSS diawali dengan selector. Pada contoh di atas, “h1” adalah selector yang berarti style ini akan memilih tag h1 dan kemudian mengganti penampilannya. Dengan demikian Browser internet akan menerapkan style yang ditulis pada CSS dengan selector h1 pada semua tag <h1>.

Mengingat HTML dan CSS adalah dua bahasa yang berbeda dan letaknya terpisah, sangatlah penting untuk melihat hasil akhir dengan klik pada tombol Live View.

Menambahkan CSS Baru

Sekarang kita berlatih menerapkan style pada tag yang berbeda.

1. Klik pada tombol Split untuk bekerja dengan dua jendela sekaligus, jendela Code dan jendela Design.

03h_Split-button

2. Tempatkan kursor dan klik pada paragraf ke-dua, yakni paragraf yang berisi tulisan “Web Desain adalah…”

3. Klik tombol CSS pada panel Properties. Kemudian pada bagian menu drop-down Font, ganti dengan : Arial, Helvetica, sans-serif.

4. Kotak dialog New CSS Rule akan segera terbuka. Pada bagian Selector Type, pilih Tag.

5. Pada bagian Selector Name secara otomatis akan tertulis p. Klik OK untuk mengakhiri.

6. Kembali ke panel Properties. Pada panel Properties akan terlihat mode CSS dengan Targeted Rule : p. Sekarang kita ganti ukuran teks menjadi 16 px, warna menjadi #333 (Abu-abu tua), dan alignment menjadi Justify (rata kiri-kanan).
03i_New-Style
Hasilnya, sekarang pada jendela Design kita akan melihat dua paragraf pada artikel yang telah kita tulis, ditampilkan dengan font, ukuran, warna, dan perataan yang berbeda dari sebelumnya, sesuai dengan perubahan yang telah kita lakukan pada panel Properties.

7. Pada jendela Code, kita juga akan melihat ada style p di bawah style h1:

<style type="text/css"> <!-- h1 {  font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;  color: #060; } p {  font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;  font-size: 16px;  color: #333;  text-align: justify; } --> </style>

8. Sampai di sini kita bisa menyimpan file latihan-1.html ini. Klik pada menu File > Save.

Bekerja dengan Kode CSS

Pada penjelasan sebelumnya kita telah mengenal kode CSS dan HTML. Kita juga telah mengetahui bahwa cara penulisan kode CSS berbeda dengan kode HTML. CSS tidak menggunakan kurung siku, sedangkan penulisan Tag HTML menggunakan kurung siku, contohnya :

<h1>Menjadi Web Desainer Freelance</h1>

Perbedaan tersebut muncul mengingat CSS sebenarnya merupakan bagian atau elemen dari kode HTML. Hal ini dapat kita lihat pada bagian kode CSS, sebagai berikut :

<style type="text/css"> <!-- h1 {  font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;  color: #060; } p {  font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;  font-size: 16px;  color: #333;  text-align: justify; } --> </style>

Pada kode CSS di atas terlihat jelas bahwa tulisan kode yang dicetak tebal merupakan Tag HTML. Kode CSS dibuka dengan Tag <style type=”text/css”> dan ditutup dengan Tag </style>. Cara penulisan CSS seperti di atas dinamakan dengan Internal Stylesheet.

Sekarang kita berlatih untuk mengubah kode CSS secara manual, sebagai berikut :

1. Bukalah file: latihan-1.html dengan Dreamweaver CS4.

2. Klik tombol Split untuk bekerja dengan dua jendela sekaligus, Code dan Design.

03h_Split-button

3. Pada jendela Code, tempatkan kursor di dalam kode CSS.

4. Kita akan mencoba membuat kode CSS secara manual untuk membuat alignment judul menjadi rata tengah. Pindahkan kursor tepat di belakang kode warna untuk tag h1 (di belakang kode : color: #060; )

5. Tekan ENTER untuk membuat baris baru.

6. Code Assist akan langsung muncul untuk mempermudah penulisan kode. Anda dapat menuliskan kode secara manual dengan diketik langsung, atau memilih selector dari Code Assist.
03j_CSS-Code

Tuliskan seperti ini :

text-align: center;

7. Kode CSS sekarang akan menjadi seperti ini :

<style type="text/css"> <!-- h1 {  font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;  color: #060;  text-align: center; } p {  font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;  font-size: 16px;  color: #333;  text-align: justify; } --> </style>

8. Untuk melihat preview dari perubahan kode yang sudah ditulis, klik pada tombol Refresh di panel Properties.
03k_Refresh

9. Nah, sekarang pada jendela Design akan terlihat perubahan judul artikel akan berada di tengah.

03l_Title-centered

10. Simpan pekerjaan Anda. Klik pada menu File > Save.

Dengan contoh latihan di atas, berarti sekarang kita telah mengetahui bahwa kode CSS dapat dituliskan secara manual. Code Assist dapat membantu kita untuk menentukan nama selector mana yang akan kita gunakan sekaligus membantu kita menentukan value-nya.

Kita lanjutkan pada topik berikutnya.

Advertisements

Apakah CSS ? Bagian I – Mengenal CSS

Website sederhana biasanya dituliskan dalam bahasa HTML (Hyper Text Markup Language). Sebuah bahasa yang dipergunakan secara luas untuk membuat website dengan cara menuliskan perintah-perintah dalam bentuk Tag (ditandai dengan kurung siku “<” dan ditutup dengan “>” ). Untuk itu, Anda dapat mempelajari secara lengkap dengan mengikuti tutorial yang telah saya tuliskan di sini.

Seiring dengan perkembangan teknologi, HTML mengalami perubahan dari waktu ke waktu. HTML yang dahulu dikembangkan oleh Tim Berners-Lee sekarang sudah memasuki versi 5. Tentu saja seiring dengan perkembangan tersebut, ada bagian-bagian yang diperluas, dan ada pula bagian yang dihilangkan mengingat kegunaannya sudah dapat digantikan oleh fungsi-fungsi baru. Menguasai HTML sangatlah dianjurkan bagi mereka yang ingin berkecimpung dalam dunia Web Desain.

Seiring dengan perkembangan teknologi HTML tersebut, berkembang pula sistem penulisan “style” yang dinamakan CSS (Cascading Style Sheets). CSS versi pertama mulai diperkenalkan pada Desember 1996. Sesuai dengan namanya Cascade Style Sheet, ditujukan sebagai tempat menuliskan Style yang dipergunakan dalam halaman-halaman web.

Banyak hal dapat disiapkan dalam CSS misalnya untuk menentukan warna, jenis huruf, tata letak, dan berbagai aspek tampilan dokumen. Dengan demikian, CSS terutama digunakan untuk memisahkan antara isi dokumen (yang ditulis dengan HTML atau bahasa markup lainnya) dengan presentasi dokumen (yang ditulis dengan CSS).

CSS 1

CSS pertama yang direkomendasikan oleh W3C ini dipublikasikan pada Desember 1996. CSS level 1 memiliki kemampuan sebagai berikut :

  • Mengatur Font properties seperti jenis font dan aksentuasinya
  • Mengatur Warna text, warna background, dan elemen-elemen lainnya
  • Atribut Text seperti spasi antar kata, antar huruf, dan spasi antar baris
  • Perataan pada text, image, tabel dan elemen-elemen lainnya
  • Margin, border, padding, dan positioning pada kebanyakan elemen
  • Identifikasi yang unik dan klasifikasi umum pada kelompok atribut

CSS 2

CSS level 2 dikembangkan oleh W3C dan dipublikasikan pada Mei 1998. CSS2 meliputi sejumlah kemampuan baru seperti penempatan elemen secara absolut, relatif, dan tetap, konsep berbagai jenis media, mendukung aural style sheets (penggunaan suara) dan bidirectional text (penulisan kanan ke kiri / Arabic), dan ditambah dengan font properti baru yakni drop shadow.

Apa yang bisa dilakukan dengan CSS ?

CSS adalah sebuah bahasa style yang dipergunakan untuk mengatur layout halaman HTML. Contohnya untuk mengatur jenis font, warna, margin, garis, tinggi, lebar, gambar background, posisi, dan berbagai hal lainnya.

HTML dapat dipergunakan untuk membuat layout pada halaman website. CSS dapat dipergunakan untuk layout halaman website dengan option yang lebih banyak dan lebih beragam, lebih akurat dan lebih canggih. CSS juga didukung oleh semua internet browser yang ada saat ini.

Segera setelah Anda mengetahui kegunaan dan cara menggunakan CSS, maka Anda dapat menambahkan tampilan baru pada website yang Anda miliki.

Mengapa harus ada CSS dan HTML ?

HTML dipergunakan untuk menyusun struktur halaman HTML. CSS dipergunakan untuk mengatur format pada struktur halaman HTML tersebut. Mungkin pada tahap awal hal ini cukup membingungkan, namun bisa kita analogikan dengan membangun sebuah bangunan. HTML dipakai untuk menyusun bangunan tersebut terdiri dari berapa lantai, masing-msing lantai terdiri dari berapa ruang, dan ruang-ruang tersebut memiliki berapa pintu. CSS dapat dipergunakan untuk mengatur style dari masing-masing lantai, contohnya jenis bahannya, warnanya, ketebalannya, dsb. Demikian halnya style dari masing-masing ruang dan style dari masing-masing pintu.

Pada prakteknya, sebuah struktur halaman HTML akan tersusun atas Tag-tag HTML, sebagai contoh pada halaman HTML akan terdapat Tag <h1> untuk Heading, Tag <p> untuk Paragraf, Tag <a> untuk Anchor, dsb. Pada struktur halaman tersebut, diperlukan perintah lain untuk mengatur jenis font, warna, ukuran text, dsb, yang kemudian dapat diatasi dengan penggunaan Tag <font>. Hal ini diprakarsai oleh Netscape dan Microsoft, yang sebetulnya berupa tambahan terhadap Tag HTML standar yang berlaku pada saat itu.

Demikian halnya dengan Tag < table > yang secara luas dipergunakan (baca: disalahgunakan) untuk mengatur layout halaman website, mengingat pada saat itu tidak ada cara yang lebih mudah untuk mengatur layout halaman selain dengan memanfaatkan Tag < table >

CSS dibuat untuk menyediakan berbagai kebutuhan bagi web desainer, dengan berbagai kemungkinan layout halaman yang canggih yang sekaligus didukung oleh semua internet browser. Kehadiran CSS bagi web desainer juga dapat memudahkan pengaturan dengan memisahkan struktur halaman HTML dari style-nya. Dengan demikian, akan memudahkan maintenance / perawatan website tersebut.

Apa keuntungan penggunaan CSS ?

Keuntungan penggunaan CSS adalah sebagai berikut :

  • Dapat mengatur layout banyak halaman sekaligus dengan satu dokumen stylesheet.
  • Dapat mengatur layout halaman dengan lebih presisi.
  • Dapat mengaplikasikan layout yag berbeda pada jenis media yang berbeda (screen, print, dll.).
  • Tersedia dengan banyak teknik yang canggih.
  • Menghemat Bandwidth, karena stylesheet akan selalu disimpan pada cache browser dan dipergunakan secara berulang.

Bagaimana cara menuliskan CSS ?

Ada beberapa cara untuk menuliskan style pada sebuah halaman HTML:

1. Inline style

Inline styles digunakan bila ingin mengatur format pada satu bagian dokumen HTML saja. Inline styles diletakkan pada bagian yang ingin diatur tampilan tulisannya. Dalam hal ini style dituliskan sebagai atribut dari sebuah Tag. Penggunaan inline style Pada sebuah Tag <H1> ditambahkan style untuk menggunakan jenis font Arial. Tag <H1> yang biasanya ditulis
<h1> … </h1>
dapat ditambahkan dengan atribut style berikut jenis properti style yang ingin digunakan. Sehingga sekarang dituliskan sebagai berikut :
<h1 style=””> … </h1>
Ditambahkan properti style, yakni font-family, berikut nilainya, yakni Arial menjadi sebagai berikut :
<h1 style=”font-family:Arial;”> … </h1>
Contoh :

<h1 style=”font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;”> Tulisan dengan font Arial </h1>

Akan ditampilkan sebagai berikut :

Tulisan dengan font Arial

Jika ingin ditambahkan properti lain pada style tersebut, dapat dituliskan dengan menggunakan separator berupa tanda titik-koma ( ; ) Contoh :

<h1 style=”font-family:Arial, Helvetica, sans-serif; color:Green;”> Tulisan Arial berwarna Hijau </h1>

Akan ditampilkan sebagai berikut :

Tulisan Arial berwarna Hijau

2. Internal Style Sheet

Internal style sheet digunakan di dalam satu dokumen HTML dan hanya satu dokumen HTML itu saja yang menggunakan style tersebut.

Perbedaan Internal Style Sheet dengan Inline Style adalah pada penempatannya. Internal Style Sheet ditempatkan pada bagian Head, di antara Tag <head> dan </head>. Semua bagian body dapat diatur tampilannya melalui Style Sheet ini. Di sini kita mendeklarasikan Style yang dipergunakan di dalam Tag <body> sehingga pada saat bagian body ditampilkan, Style-nya akan mengacu pada Style yang sudah dideklarasikan tersebut. Contohnya, sebuah halaman HTML berisi content sebagai berikut :

<h1> TULISAN JUDUL </h1>
<a href=”http://www.kursusprivat.com”&gt; LINK </a>
<p> Tulisan berupa paragraf </p>

Untuk mengatur style pada halaman tersebut kita dapat menuliskan stylesheet di antara Tag <head> … </head> . Misalnya sebagai berikut :

<style type=”text/css”>
h1 { color:blue; background-color:lightblue; }
p { color:green; margin-left:20px; margin-right:20px; background-color:lightgreen; }
a { color:red; background-color:yellow; }
</style>

3. External Style Sheet

External style sheet digunakan untuk membuat format style pada beberapa dokumen HTML sekaligus, dan hanya satu dokumen stylesheet yang disimpan dalam format file .css

Keuntungannya tentu saja lebih praktis jika kita menuliskan satu style yang akan dipergunakan secara seragam pada halaman-halaman HTML yang lain. Kenyataannya, pada sebuah website selalu menggunakan style yang seragam. Dengan menuliskan stylesheet pada satu file tersendiri, maka apabila di kemudian hari kita ingin mengubah style, cukup file stylesheet-nya saja yang kita ubah.

Penggunaan External Stylesheet pada halaman HTML ditandai dengan link ke file Stylesheet. Link terhadap file .css external tersebut dituliskan pada bagian Tag sebagai berikut :

<head>

<link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”namafile.css”>
</head>

Contoh penggunaan dari ketiga jenis style sheet tersebut dapat dilihat pada link di bawah ini : Membuat Website Itu Mudah (Bagian VI – Font Style)

Demikian, mudah-mudahan informasi ini bermanfaat.

http://www.kursusprivat.com

Membuat Website Itu Mudah (Bagian VI – Stylesheet)

Satu hal lagi yang biasa dipergunakan dalam pengaturan website adalah Font Style. Tag yang dipergunakan bisa bermacam-macam, namun yang paling efisien adalah dengan menuliskannya dalam CSS. CSS atau Cascade Style Sheet adalah pengaturan website yang dikumpulkan dalam satu file tersendiri, yang kemudian sering dibaca oleh file HTML sebagai Class. Oleh karena itu, pembelajaran HTML selalu disandingkan dengan pembahasan mengenai CSS.

Style dapat dimulai dengan memanfaatkan Tag Font, karena Tag Font dapat dipergunakan untuk mengatur jenis huruf, ukuran huruf, warna huruf, dll. Namun, apabila jenis, ukuran, dan warna huruf ini dibuat seragam, lebih baik gunakan Font Style. Style digunakan untuk mengatur tampilan dokumen HTML di web browser secara keseluruhan. Tidak hanya font yang dapat diatur melalui style, tetapi juga warna background, border, dan lain-lain.

Ada beberapa cara untuk menuliskan style pada sebuah halaman HTML:

1. Inline style

Inline styles digunakan bila ingin mengatur format pada satu bagian dokumen HTML saja. Sehingga inline styles tetap diletakkan di bagian <body>. Dalam hal ini style dituliskan sebagai atribut dari sebuah Tag.

Contoh penerapan inline style pada sebuah paragraf adalah sebagai berikut:

<html>
<body>
Berikut ini adalah contoh penggunaan style pada paragraf:
<p style=”color: blue; margin-left: 20px; background-color: lightblue”>
INI ISI PARAGRAF YANG DIBERI STYLE.
Perhatikan bahwa teks paragraf ini berwarna biru,
diberi jarak margin sebelah kiri sebesar 20 piksel,
dan diberi latar belakang warna biru muda.</p>
</body>
</html>

Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini:

Pada contoh di atas terlihat bahwa atribut Style memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan dengan Tag Font. Oleh karena itu, pemakaian atribut Style lebih dianjurkan dibandingkan dengan Tag Font. Lebih dari itu, Style bisa lebih efisien dibandingkan dengan Tag Font, karena bisa disimpan dalam bentuk class, yang kemudian bisa dipanggil berdasarkan nama class.

2. Internal Style Sheet

Internal style sheet digunakan di dalam satu dokumen HTML dan hanya satu dokumen HTML itu saja yang menggunakan style tersebut.

Perbedaan Internal Style Sheet dengan Inline Style adalah pada penempatannya. Internal Style Sheet ditempatkan pada bagian Head, di antara Tag <head> dan </head>. Semua bagian body dapat diatur tampilannya melalui Style Sheet ini. Di sini kita mendeklarasikan Style yang dipergunakan di dalam <body> sehingga pada saat bagian body ditampilkan, Style-nya akan mengacu pada Style yang sudah dideklarasikan tersebut.

Contoh penggunaan Style Sheet:

<html>
<head>
<style type=”text/css”>
body { color:blue; background-color:lightblue}
p { color:red; margin-left: 20px; margin-right: 20px; background-color: pink}
</style>
</head>
<body>
<b>
INI ADALAH TULISAN DENGAN STYLE “body”.</b>
Tulisan ini berwarna biru dengan latar belakang warna biru muda.<br>
Berikut ini adalah contoh penggunaan style sheet pada paragraf:
<p><b>INI ADALAH PARAGRAF YANG DIBERI STYLE.</b>
Perhatikan bahwa teks paragraf ini berwarna merah,
diberi jarak margin sebelah kiri sebesar 20 piksel,
margin sebelah kanan sebesar 20 piksel,
dan diberi latar belakang warna pink.</p>
</body>
</html>

Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini:

Style sheet dalam contoh ini dipergunakan untuk mengatur teks, warna latar belakang, dan margin pada Tag <body> dan Tag <p>. Detil pengaturan style dilakukan pada Tag <style> di bawah Tag <head>. Dengan penulisan style tersebut, maka seluruh tulisan di dalam Tag <body> diatur oleh style “body”, demikian halnya seluruh tulisan di dalam Tag <p> diatur oleh style “p”.

Bagaimana jika kita ingin menambahkan style lain yang dipergunakan pada tag yang sama? Contohnya jika kita ingin membuat 2 paragraf berbeda warnanya, satu berwarna merah dan satu lagi berwarna hijau. Style dapat dituliskan sebagai Class tersendiri, yang dapat dipanggil melalui atribut class. Contohnya adalah sebagai berikut:

<html>
<head>
<style type=”text/css”>
body { color:blue; background-color:lightblue}
.merah { color:red; margin-left: 20px; margin-right: 20px; background-color: pink}
.hijau { color:green; margin-left: 20px; margin-right: 20px; background-color: lightgreen}
</style>
</head>
<body>
<b>
INI ADALAH TULISAN DENGAN STYLE “body”.</b>
Tulisan ini berwarna biru dengan latar belakang warna biru muda.<br>
Berikut ini adalah contoh penggunaan style sheet pada paragraf:
<p class=”merah”><b>INI ADALAH PARAGRAF YANG DIBERI STYLE CLASS “merah”.</b>
Perhatikan bahwa teks paragraf ini berwarna merah,
diberi jarak margin sebelah kiri sebesar 20 piksel,
margin sebelah kanan sebesar 20 piksel,
dan diberi latar belakang warna pink.</p>
<p class=”hijau”><b>INI ADALAH PARAGRAF YANG DIBERI STYLE CLASS “hijau”.</b>
Perhatikan bahwa teks paragraf ini berwarna hijau,
diberi jarak margin sebelah kiri sebesar 20 piksel,
margin sebelah kanan sebesar 20 piksel,
dan diberi latar belakang warna hijau muda.</p>
</body>
</html>

Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini:

Dengan menuliskan style sebagai sebuah Class, maka setiap style dapat dipanggil melalui atribut class pada Tag manapun yang dapat memuat class tersebut. Class tersebut dipanggil pada banyak Tag tanpa ada batasan dengan menuliskan class=”…namastyle…”. Pnulisan format style cukup satu kali saja, yaitu pada Tag <style> di bawah Tag <head>.

3. External Style Sheet

External style sheet digunakan untuk membuat format style pada beberapa dokumen HTML  sekaligus, dan hanya satu dokumen stylesheet yang disimpan dalam format file .css

Keuntungannya tentu saja lebih praktis jika kita menuliskan satu style yang akan dipergunakan secara seragam pada halaman-halaman HTML yang lain. Kenyataannya, pada sebuah website selalu menggunakan style yang seragam. Dengan menuliskan stylesheet pada satu file tersendiri, maka apabila di kemudian hari kita ingin mengubah style, cukup file stylesheet-nya saja yang kita ubah.

Contoh penggunaan Style Sheet pada halaman HTML:

<html>
<head>
<link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”mystyle.css”>
</head>
<body>
<b>
INI ADALAH TULISAN DENGAN STYLE “body”.</b>
Tulisan ini berwarna biru dengan latar belakang warna biru muda.<br>
Berikut ini adalah contoh penggunaan style sheet pada paragraf:
<p class=”merah”><b>INI ADALAH PARAGRAF YANG DIBERI STYLE CLASS “merah”.</b>
Perhatikan bahwa teks paragraf ini berwarna merah,
diberi jarak margin sebelah kiri sebesar 20 piksel,
margin sebelah kanan sebesar 20 piksel,
dan diberi latar belakang warna pink.</p>
<p class=”hijau”><b>INI ADALAH PARAGRAF YANG DIBERI STYLE CLASS “hijau”.</b>
Perhatikan bahwa teks paragraf ini berwarna hijau,
diberi jarak margin sebelah kiri sebesar 20 piksel,
margin sebelah kanan sebesar 20 piksel,
dan diberi latar belakang warna hijau muda.</p>
</body>
</html>

Di bagian lain, kita menuliskan isi file terpisah dengan nama persis sama dengan yang ditautkan oleh file HTML sebelumnya, yaitu: mystyle.css. Pada file CSS inilah semua format style dituliskan. Perlu diketahui pula bahwa file ini dapat ditulis dengan notepad dan di-Save As sebagai file dengan extensi .css (Cascade Style Sheet). Isinya adalah sebagai berikut:

body { color:blue; background-color:lightblue}
.merah { color:red; margin-left: 20px; margin-right: 20px; background-color: pink}
.hijau { color:green; margin-left: 20px; margin-right: 20px; background-color: lightgreen}

Hasilnya akan persis sama dengan sebelumnya. Namun, dengan cara menuliskannya dalam satu file tersendiri, memungkinkan class style yang disebutkan untuk bisa dipanggil oleh banyak file HTML. Asalkan pada setiap file HTML tersebut di bagian Tag <head> disebutkan <link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”namafile.css”>.

Kita lanjutkan di topik bahasan selanjutnya. ■